Biology Education :)

Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Surabaya :)

Sabtu, 27 Desember 2014

Ulah Mitokondria

Kamu tahu miokondria kan? Itu, organel sel yang bertanggungjawab terhadap hampir seluruh pembentukan ATP untuk aktivitas kehidupan organisme. Meski sangat vital dalam menyediakan energi yang memungkinkan kita hidup, ternyata mitokondria suka berulah menyebabkan penyakit dan penuaan. Bukan itu saja, ‘programnya’ juga sering error. Yuk Baca!
Ilmuwan akhir-akhir ini mengetahui bahwa ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan disfungsi mitokondria. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mitokondria berperan pada gejala penuaan dan tampaknya ikut andil sebagai penyebab penyakit Alzheimer dan kanker.
 Mitokondria Ternyata Suka Berulah
Inilah bentuk pabrik energi sel-sel tubuh kita.
Kelainan mitokondrial
Mitokondria merupakan organel yang tidak biasa, karena memiliki ADN sendiri. Mutasi pada ADN mitokondria ternyata bertanggungjawab terhadap beberapa penyakit langka. Misalnya saja Leigh’s syndrome, suatu penyakit yang mematikan pada masa pertumbuhan karena menyebabkan kelumpuhan total dan hilangnya kemampuan verbal. Atau Pearson’s syndrome yang menyebabkan kelainan pada sumsum tulang dan kegagalan kerja pankreas pada anak.
Mitokondria penyebab penuaan
Mitokondria juga diketahui berperan pada masalah penuaan. Reaksi kimia yang berlangsung pada daur Krebs dan rantai transpor elektron kadang melepas elektron yang “nyasar” keluar dari mitokondria dan masuk ke dalam lingkungan sel. Elektron tersebut akan berikatan dengan oksigen dan membentuk radikal bebas. Radikal bebas adalah atom atau kelompok atom yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas sangat cepat bereaksi dengan molekul lain, misalnya ADN dan protein, yang berakibat terganggunya aktivitas sel. Para ahli memperkirakan bahwa penuaan pada manusia, mulai masalah keriput hingga penurunan mental bisa jadi disebabkan karena radikal bebas tersebut.
Hasil riset terkini juga menunjukkan bahwa mitokondria berkorelasi dengan apoptosis, yaitu suatu program kematian sel. Mitokondria diketahui melepaskan sinyal yang memicu proses kematian sel. Pada kasus stroke dan penyakit Alzheimer misalnya, mitokondria menyebabkan terlalu banyak kematian sel yang akhirnya memicu penurunan mental dan gejala yang lain. Pada kasus kanker, mitokondria diduga melakukan kekeliruan dalam memicu proses apoptosis. Kekeliruan ini mengakibatkan tumbuhnya tumor yang menginvasi jaringan yang sehat.

Hati-Hati Penyakit Flek Paru-Paru

Penyakit flek pada paru-paru tidak selamanya identik dengan penyakit TB ( Tubercolusis ), karena adanya bercak-bercak atau lubang-lubang pada paru-paru tidak berarti seseorang positip menderita TB. Flek pada paru-paru dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain akibat pengaruh asap rokok   ( pada pecandu berat rokok )atau perokok pasif yang sering mengisap asap rokok, pengaruh polutan pada pekerja tambang, dan pengaruh alergen (zat-zat yang menyebabkan alergi ) atau terkena infeksi bakteri Mycobacterium tubercolusis .

Penyakit flek pada penderita TB dapat ditularkan pada orang lain melalui air ludah, bersin atau batuk penderita yang kontak langsung dengan orang lain. Untuk menentukan seseorang positif menderita TB, maka dokter spesialis akan memberikan test tuberculin atau test Mantoux. Test ini yang paling bermakna untuk menegaskan diagnosis TBC pada anak. Test Mantoux dilakukan berupa suntikan di kulit lengan bawah. setelah 48-72 jam dilihat bekasnya. dinyatakan positif apabila terdapat benjol merah dengan garis tengah lebih dari 10 mm atau 1 cm. benjolan ini kemudian menghitam dan baru hilang setelah 1 minggu. Apabila test Mantoux positif, berarti anak sudah terkontak oleh kuman TBC. harus dilakukan pemeriksaan lalu endap darah dan foto rontgen untuk menilai apakah TBC berada dalam keadaan aktif atau tidak. Hasil foto inilah yang sering disebut sebagai flek.


Jika hasil uji Mantoux positif apakah berarti sakit TB? Belum tentu. 
Hasil uji Mantoux positif hanya menunjukkan adanya Infeksi TB, bukan menandakan pasiennya Sakit TB. Jadi harus dibedakan antara Infeksi TB dengan Sakit TB. Orang dewasa di Indonesia umumnya sudah terinfeksi TB tanpa sakit TB, sehingga jika dilakukan uji Mantoux pada orang dewasa di Indonesia maka umumnya akan positif. 
Ada yang mengatakan uji Mantoux bisa negatif padahal ada Sakit TB, apa benar? Benar. Uji Mantoux dapat memberikan hasil negative palsu yang disebut anergi. Anergi dapat dijumpai pada keadaan tertentu misalnya gizi buruk, Sakit TB yang berat, tifus yang berat, campak, cacar air, menggunakan obat steroid jangka lama, dan berbagai keadaan
lain yang menyebabkan penekanan system imun (kekebalan) tubuh. Jika tidak ada salah satu keadaan tersebut sangat kecil kemungkinannya terjadi anergi. 

Bagaimana dengan pemeriksaan darah? Biasanya pemeriksaan darah yang dimaksudkan untuk TB adalah LED (laju endap darah) dan hitung jenis limfosit, Kedua pemeriksaan ini nilai diagnostiknya untuk TB rendah, jauh lebih rendah dibanding foto Rontgen, sehingga hanya digunakan sebagai data tambahan. 

Adakah pemeriksaan darah lain untuk TB? Ada, yaitu pemeriksaan PCR dan serologis, seperti PAP TB, Mycodot, ICT dll. Namun semua pemeriksaan itu tidak lebih unggul daripada uji Mantoux, Semua pemeriksaan itu jika positif juga hanya menunjukkan adanya Infeksi TB, tidak bisa untuk menentukan ada tidaknya Sakit TB. 
Lalu apa bedanya Sakit TB dengan Infeksi TB? Jika orang (dewasa atau anak) mengalami Sakit TB akan menunjukkan gejala dan tanda Sakit TB. Sedangkan jika hanya terinfeksi TB tanpa sakit TB tidak akan ada gejala dan tanda sakit TB. 
Apa gejala dan sakit TB pada anak? Gejala dan tanda Sakit TB pada anak sangat luas variasinya, mulal dari yang sangat ringan sampai sangat berat. Gejala dan tanda yang mengawali kecurigaan Sakit TB pada anak di antaranya adalah MMBB (Masalah Makan dan Berat Badan), demam lama atau berulang, gampang / sering tertular sakit batuk
pilek, adanya benjolan yang banyak di leher, diare yang sulit sembuh dll. TB juga dapat menyerang berbagai organ di seluruh tubuh sehingga bias timbul gejala pincang jika mengenai sendi panggul atau lutut, benjolan banyak di leher, bisa juga terjadi kejang jika mengenai susunan saraf pusat / otak.
Apakah batuk lama atau berulang juga merupakan gejala Sakit TB? Batuk lama atau berulang merupakan salah satu gejala utama Sakit TB pada orang dewasa. Pada anak batuk lama / berulang dapat merupakan gejala Sakit TB, tapi bukan gejala utama. 
Pada anak ada penyakit lain yang gejala utamanya batuk lama / berulang yaitu asma. banyak kasus asma pada anak yang keliru divonis TB. Asma dengan TB merupakan dua penyakit yang sama sekali berbeda namun sering dikelirukan


  • GEJALANYA PENYAKIT TB :
-Gejala utamanya batuk yang tidak henti selama lebih dari 3 minggu, nafsu makan berkurang, berat badan semakin menyusut menjadikan tubuhnya kurus. di leher bagian samping seringkali teraba kelenjar getah bening.
Kasus TBC pada anak Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 20% dari seluruh kasus TBC. Diperkirakan terdapat 583.000 kasus baru TBC setiap tahunnya( Dinas Kesehatan RI). di seluruh dunia, TBC dapat membunuh 100.000 anak setiap tahunnya. Anak-anak juga paling rentan menderita TBC berat , yang menyerang otak dan mendula spinalis. Mungkin karena sulit terdeteksi, kasus TBC pada anak seringkali tidak diperhatikan. Anak penderita TBC yang datang ke rumah sakit umumnya sudah mengalami TBC yang berat, meluas, dan sudah menyerang ke selaput otak(meningitis).
Untuk mencegah TBC pada anak, perlu dilakukan vaksinasi BCG sejak bayi. Namun, apabila vaksinasi itu dilakukan ketika anak masih berusia 2-3 bulan maka harus dilakukan test Mantoux terlebih dahulu. Jika test Mantoux itu hasilnya negatif, baru boleh diberikan vaksinasi BCG. kalau si anak ternyata positif TBC dan kemudian diberikan vaksin BCG, hal itu justru akan membertakan penyakitnya.
(sumber info: Global Network edisi juli 2008 dengan beberapa penyesuaian dan tambahah dari berbagai sumber). Jadi tidak semua anak yang mengalami flek positip menderita TB. 

Kompetensi Guru Menurut UU


BIDANG  KOMPETENSI  YANG  HARUS DIMILIKI  GURU
(UU No.14/2005)

1. Kompetensi Pedagogik
  • Mengenal karakteristik anak didik
  • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
  • Kegiatan pembelajaran yang mendidik 
  • Memahami dan mengembangkan potensi 
  • Komunikasi dengan peserta didik 
  • Penilaian dan evaluasi 
  • Pengembangan kurikulum
2. Kompetensi Kepribadian

  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
  • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
     3. Kompetensi Sosial
  • Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
  • Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat
              4. Kompetensi Profesional
  •                      Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu

  •                 Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif
4. 
4. 

5.
4.
4h